Blog Manajemen

Kumpulan berbagai artikel terkait manajemen

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Salah satu latihan yang disukai anak-anak di sekolah kami adalah latihan perspektif. Ada sebuah gunungan di tengah-tengah meja yang membuat seorang anak yang duduk di satu sisi hanya bisa melihat benda-benda yang tampak di depan gunung yang menghadap ke dirinya.

Ketika ditanya guru, apa saja yang bisa ia lihat dari sisinya sambil duduk, anak-anak menyebut semua benda yang tampak di depannya dengan baik. Di situ tampak seekor kambing, pohon kelapa dan sebuah mobil. “Sekarang, bisakah engkau melihat yang aku lihat dari sini?” tanya bu guru yang duduk di sisi seberang. Anak itu menggelengkan kepalanya.

Mereka lalu bertukar tempat duduk. Anak itu tersenyum. Ia lalu menyebut apa saja yang ia lihat dari sisi belakang gunung. “Seekor burung hantu, tulang tengkorak, pohon cemara dan ada orang.” ujarnya.

Sekarang, bisakah engkau melihat apa yang aku lihat dari sini?” tanya bu guru. Anak itu mengangguk-anggukan kepala . “Ya!” ujarnya mantap. “Seekor kambing, pohon kelapa dan sebuah mobil.” Ia lalu menyebutkan semua benda yang ada di atas meja, baik yang hanya bisa dilihat dari sisinya maupun dari sisi yang dilihat gurunya.

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku." ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Indonesia dilanda pesimisme. Duh ini berbahaya sekali. Pesimisme adalah gejala “merasa susah” tanpa dibarengi kemampuan melihat fakta-fakta kemajuan (yang meskipun ada, selalu dipertanyakan kebenarannya). Dalam era social media, pesimisme amat cepat menular. Ia bisa menjadikan suatu bangsa kalah, karena mereka memilih bertengkar, tak sabaran menunggu rebound.

Seorang pengusaha sawit merespon begini: Sewaktu harga TBS (tandan buah segar) Rp 95/kilogram, biaya pokok kami Rp 2 juta-Rp 4 juta per bulan dan perusahaan kami sudah untung. Sekarang harga TBS sudah di atas Rp 1.000 per Kg dan biaya pokok sudah bisa dibuat di bawah Rp 1 juta. Tapi entah kenapa teman-teman pengusaha sawit bilang dewasa ini mereka rugi.

Entah mengapa, juga banyak yang merasa bangsanya menjadi yang paling susah, seakan-akan akan terisolasi. Perasaan susah itu seakan masih bisa sendirian. Padahal ini era borderless, free flow, interconnected, complex relationship. Semua saling mempengaruhi. Satu bangsa susah yang lain jadi ikut terganggu karena kita sudah saling bergantung satu sama lain.

Logo Integra eTraining dari PT. Integra Solusi Dinamika

Integra eTraining - Pelatihan Online Pertama di Indonesia
Integra eTraining merupakan subsidiary company dari PT. Integra Solusi Dinamika.

PT. INTEGRA SOLUSI DINAMIKA

Head Office : Graha Pena suite 1608, Jln. A. Yani no. 88, Surabaya 60234.
Operational : Jln. Kap. Suwandak no. 143, Lumajang 67313

SMS / WhatsApp : 0888 0498 4828
LINE ID : etraining.space
Email : marketing@etraining.space

Jam kerja : senin s/d jumat, pkl. 08.00 s/d 16.00 WIB.

Secured & Verified by :

Comodo Ltd. Secure Site

© 2012 - 2017 PT Integra Solusi Dinamika. All Rights Reserved.